• Jumat, 3 April 2020 Pimpinan dan warga RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto mengucapkan “Terima Kasih” atas donasi dan bantuan. Donasi tersebut meningkatkan moril dan semangat kami untuk memutus rantai penularan dan menatalaksana pasien COVID-19.
Sejarah Pataka dan Maknanya

Sejarah Pataka dan Maknanya

Sejarah Penyusunan Pataka Bersyukur

Pataka Bersyukur RSPAD Gatot Soebroto, merupakan Pataka yang dibuat oleh Tim Pokja Pembuatan Pataka dan Simbol Satuan sesuai dengan Surat Perintah Kepala RSPAD Gatot Soebroto, nomor Sprin/ 1224/ V/ 2020 tanggal 11 Mei 2020, tentang Tim Pokja Pembuatan Pataka RSPAD Gatot Soebroto, dan sebagai jawaban dari tuntutan validasi orgas RSPAD Gatot Soebroto

Pada penghujung tahun 2019 tepatnya tanggal 26 Desember 2019, RSPAD Gatot Soebroto Resmi menjadi salah satu satuan jajaran badan pelaksana pusat (Balakpus) yang  dipimpin  oleh pati Bintang Tiga (Letnan Jenderal) yang terlepas secara organisasi dari Pusat Kesehatan Angkatan Darat. Sebagai organisasi baru RSPAD Gatot Soebroto merupakan Balakpus yang berkedudukan dibawah Mabes Angkatan Darat wajib memiliki lambang satuan yang disebut dengan Pataka, yang menjiwai semangat korsa, nilai-nilai juang dan sejarah RSPAD Gatot Soebroto

Pada tanggal 11 Mei 2020, setelah surat perintah Tim Pokja pembuatan Pataka RSPAD Gatot Soebroto ditanda tangani oleh Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Pokja yang terdiri:

  • Brigadir Jenderal TNI dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL, M.A.R.S sebagai Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto (Penasehat),
  • Brigadir Jenderal TNI dr. Lukman Ma’ruf, Sp.BS, M.Kes sebagai Ketua Komite Medik (Penasehat),
  • Kolonel dr.Abraham Arimuko, Sp.KK, M.A.R.S sebagai Dirbinum (Ketua),
  • Kolonel Ckm Drs. John Robert Simatupang, MM (Wakil Ketua),
  • Letkol Ckm (K) Endang Caparini, SE (Sekretaris),

Sedangkan anggota Pokja terdiri dari

  • Kolonel Hendro Godliving Pardamean, SE,
  • Letkol Ckm Totok Widinarko, SRM,
  • Letkol Ckm Ns. Hendik W.S, S.Kep, M.Kes,
  • Letkol Slamet Riyadi, SKM,
  • Letkol Ishiko Herianto, S.Pd, M.Kes,
  • PNS Jamhari Dwi Purnomo, dan
  • PNS Mirtha Helmu Pramusti Anggiawan

langsung bekerja dengan menggali beberapa referensi berkaitan penyusunan Pataka dan membuat konsep penyusunan Pataka Bersyukur. Dalam pembuatan Pataka  Bersyukur  ini,  tidak lepas dari simbol dan nilai serta jiwa semangat dari Pataka Kesehatan Angkatan Darat Hesti Wira Sakti. Hal  ini  terbukti  masih  dimasukan  daun  sambiloto  ini memberikan makna Daun Obat yang mempunyai khasiat menyembuhkan orang sakit.

Setelah konsep tersebut selesai pada malam dini hari Sabtu tanggal 20 Juni 2020, maka konsep Pataka Bersyukur dibawa kepada pimpinan untuk menyempurnakan konsep Pataka tersebut.

Dirum (saat itu dijabat oleh  Brigjen TNI dr. Abraham Arimuko, Sp.KK, M.A.R.S) memberikan beberapa koreksi dan penambahan bentuk serta simbol dari konsep Pataka Bersyukur. Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto (saat itu dijabat oleh Brigadir Jenderal TNI dr. A.Budi Sulistya, Sp.THT-KL, M.A.R.S) juga memberikan saran perbaikan dan penyempurnaan dari Pataka Bersyukur dan memerintahkan kepada PNS Jamhari Dwi Purnomo untuk mendesign dari pataka itu.

Sebagai rasa hormat terhadap para atasan yang telah purna tugas, konsep Pataka Bersyukur juga dibawa ke Menteri kesehatan yang juga mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto (saat itu dijabat oleh Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI) dan beliau menyarankan untuk menambahkan Motto Bersyukur pada Pita Seloka (seperti yang terdapat di Pin Bersyukur RSPAD Gatot Soebroto, yang sebelumnya telah dipakai secara internal oleh seluruh personel di RSPAD Gatot Soebroto). Guna kesempurnaan Pataka dan untuk mendapat masukan dari pejabat RSPAD Gatot Soebroto, maka pada hari Senin siang tanggal 22 Juni 2020, Konsep Pataka tersebut dibawa ke rapat staf yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan pembantu pimpinan serta anggota Pokja (rapat dilaksanakan di Lobi lantai 6 Gedung Prof. dr. Satrio) dan akhirnya pada hari Senin tanggal 22 Juni 2020, Konsep Pataka Bersyukur RSPAD Gatot Soebroto disetujui oleh seluruh peserta rapat. Dan sesuai petunjuk Pimpinan dilaksanakan pembuatan Pataka tersebut pada sore harinya.

Pataka Bersyukur untuk pertama kalinya digunakan pada acara penyerahan jabatan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa kepada Mayor Jenderal TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B., FIna.CS., M.Si di Mabes Angkatan Darat kamis tanggal 25 Juni 2020.

Arti dan Makna Pataka “BERSYUKUR” RSPAD Gatot Soebroto

Bintang sudut lima, melambangkan kesejatian dan tujuan tertinggi yaitu keprajuritan sejati yang dijiwai oleh Pancasila sebagai Dasar Negara serta falsafah hidup bangsa. Bintang juga melambangkan RSPAD Gatot Soebroto merupakan RS Kepresidenan Utama;

Perisai warna dasar merah putih dengan Lis warna emas, melambangkan perlindungan dan keampuhan, serta lima sudut perisai melambangkan 5 sila dari Pancasila. Latar belakang merah putih, melambangkan kecintaan kepada NKRI;

Tongkat, ular dan sayap, melambangkan penyembuhan dan pengobatan. Sayap menyimbolkan semangat untuk senantiasa mengikuti perkembangan ilmu dan  teknologi kesehatan;

Padi dan Kapas, melambangkan tercapainya kesuburan, kemakmuran, masyarakat Indonesia melalui upaya kesehatan tanpa melihat pada status maupun kedudukan. Adapun jumlah kapas 26, ikatan tali, sayap berjumlah 19, padi 50 merujuk pada penyerahan RS Militer Weltervreden kepada pemerintah Republik Indonesia tanggal 26 Juli 1950 yang menjadi tonggak sejarah berdirinya RSPAD Gatot Soebroto;

Daun Sambiloto, melambangkan pengobatan yang dilandasi oleh kearifan bangsa Indonesia untuk memberikan kesembuhan orang sakit yang menjiwai semangat prajurit Hesti Wira Sakti;

Buku yang terbuka, melambangkan ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang, insan yang terpelajar, pelayanan sesuai teknologi muktahir, mengembangkan penelitian dan buku melambangkan bahwa ilmu pengetahuan membawa manfaat bagi kesejahteraan umat manusia; dan

Pita Seloka warna merah dengan tulisan ”BERSYUKUR”, melambangkan warna hati dan cinta. Selain itu, warna merah juga melambangkan darah yang menjadi lambang dasar kehidupan semangat dan gairah yang membara, dalam memberikan pelayanan yang berdasarkan kemanusiaan dan kesetaraan. Tulisan “BERSYUKUR” warna emas, melambangkan keluhuran budi, hati yang tulus penuh kebanggaan melayani, penuh syukur, berdoa dan memohon pada Tuhan Yang Maha Esa.